Selamat datang di blog kepenulisan. Silakan menimba ilmu di sini dan jangan copy-paste.

"Keep writing and play your imagination" Yudha Pasca

Join Us On : LightNovel.ID


Sabtu, 30 Mei 2015

Kenapa Naskah Saya Ditolak?






Kenapa Naskah Saya Ditolak?
pict: google/image

Tau nggak sih?

Udah berapa kali kamu ngirim naskah ke penerbit? Udah berapa naskah yang diterima? Nah, kalo yang ditolak udah berapa banyak? tongue emoticon

Ada kemungkinan naskah kamu ditolak adalah:
1). Miskinnya ilmu kepenulisan
Kecerobohan penulis pemula ya ini. Kadang, kita tuh nggak peduli sama partikel-partikel kecil yang

padahal partikel tersebut sangat menunjang kerapihan dalam menulis. Kurang belajar adalah salah satu faktornya, gaes. Ibarat puzzle, kalau yang kurang kotak, ya harus kotak, pasti nggak bisa kalau jajar genjang. Sama halnya dengan sastra, kalau menyebut kata penting ya gunakan huruf kapital di depan, jangan yang dibelakang.

"You need 1 rupiah to became 1 million rupiah"

2). Isi ceritamu pasaran
Hahaa, apalagi ini. Please, jangan buat second of Harry Potter sebagai cerita novelmu, nanti tante JK Rowling ngelempar nuklir ke kamu, lho tongue emoticon
Ngambil tema sekolah sihir, it's oke wae, tapiiiii, dari konsep, event, dan tetek-bengek lainnya jangan mirip Harry Potter. Jika di sinopsisnya sama, ya jelas aja naskah kamu ditolak.

"Sebagai penulis, imajinasi liar harus-kudu-wajib dipunyai dalam diri kalian"

3). Mood
Kenapa mood? Menulis tanpa dorongan inspirasi akan berpengaruh juga, lho, ke naskah yang sedang kamu tulis. Kalau rasa ingin menulis lagi kurang, lalu dipaksa, apa jadinya? Ini ibarat pengen masak capcay tapi nggak tau bumbunya apa aja, jadinya ya malah kumpulan sayuran kebanyakan garam. Enak, tidak? Tanyakan pada mamahmu.
Kalau menulis karena terpaksa atau dalam tekanan, jangan berharap hasilnya maksimal. Mungkin kamu hanya butuh refreshing. Menonton beberapa film juga akan memulihkan imajinasimu yang terjerat tali perangkap 'badmood'.

"Menulis butuh relaksasi batin dari alam bawah sadar"

Jangan mudah menyerah ya, gaes! Bukan cuma kamu yang sering ditolak penerbit, tapi ribuan orang di luar sana juga merasakan hal yang sama sepertimu. Penerbit cuma wadah, self published juga bisa kok wink emoticon
Jangan sedih, baru juga ditolak penerbit, belum aja kamu ngerasain di-black list sama keluarganya si dia, sakit gaes :'^)
*bukan curhat

Yap, yang terakhir, kalau kalian mau sharing pengalaman tentang ditolak penerbit atau redaksi majalah, silakan corat-coret di kolom komentar agar yang baru menggeluti dunia sastra seperti kakak-kakak dan adik-adik kita di rumah mendapat ilmu gratis dari pengalaman pahit kalian 

2 komentar: